Lima Pelabuhan Penting di Indonesia

8:29 AM
Lima Pelabuhan Penting di Indonesia - Presiden Joko Widodo agaknya makin serius pada cita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sedikitnya, 24 pelabuhan akan dibangun dalam empat tahun mendatang guna mendukung pencapaian cita-cita tersebut. Secara lebih spesifik, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, bahkan telah menyebutkan rencana restrukturisasi lima pelabuhan penting di sejumlah kota besar di Indonesia. Pelabuhan di kota mana sajakah yang dimaksud?



1. Belawan – Medan

Terletak di Kota Medan, Sumatera Utara, Pelabuhan Belawan merupakan pelabuhan terpenting di Pulau Sumatera.  Pelabuhan dengan total luas area kerja sekitar 12.072,33 hektar ini dilengkapi empat darmaga, dimana dua diantaranya mampu menyandarkan kapal dengan bobot masing-masing hingga 7000 ton. Bongkar muat komoditas Crude Palm Oil (CPO) menjadi primadona aktivitas ekonomi di pelabuhan ini. Nilai kuantitas ekspornya juga tak tanggung-tanggung, mencapai 51 juta ton/tahun. Selain CPO, ada pula bongkar muat bungkil (semacam ampas dari minyak kelapa sawit, red) dengan nilai ekspor mencapai 985 ribu ton/tahun. Sementara itu, untuk melayani kebutuhan angkutan penumpang, terminal penumpang Pelabuhan Belawan mampu memberangkatkan hingga 3.100 orang penumpang baik dari dalam maupun keluar daerah setiap harinya.

2. Tanjung Priok – Jakarta

Mulai dikembangkan Belanda pada abad ke-18, Pelabuhan Tanjung Priok kini menjelma menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia dengan aktivitas tersibuk, baik oleh lalu lintas kapal maupun kendaraan darat  pengangkut peti kemas maupun truk-truk pengangkut barang lainnya. Dwelling time Pelabuhan Tanjung Priok tercatat sebagai yang tercepat di Indonesia (5,2 hari). Saat ini, pemerintah tengah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelabuhan di Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Priok. Pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan Pelabuhan Kalibaru. Ditargetkan selesai pada 2018, Pelabuhan Kalibaru yang kerap dijuluki ‘The New Tanjung Priok’ tersebut diprediksi bakal menambah daya tampung Tanjung Priok dari 6 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) menjadi 15 juta TEUs.

3. Tanjung Perak – Surabaya

Tanjung Perak merupakan pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok di Jakarta. Pelabuhan ini juga menjadi pelabuhan utama yang berfungsi sebagai kolektor dan distributor barang dari dan ke kawasan timur Indonesia. Saat ini, arus peti kemas di Terminal Berlian Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur tercatat mencapai 1 juta TEUs sejak diterapkannya sistem klasterisasi atau penataan ruang bongkar muat. Hal tersebut ditandai dengan telah bersandarnya Kapal Mentaya River rute Banjarmasin-Surabaya di Dermaga Berlian Timur pelabuhan. Sistem klasterisasi tak hanya dilakukan di terminal Berlian, tetapi juga dilakukan di Terminal Jamrud Utara, khusus untuk kegiatan bongkar muat curah kering dan general cargo internasional.

4. Soekarno-Hatta – Makassar

Nama Soekarno-Hatta ternyata tak hanya difungsikan sebagai nama bandar udara (bandara) internasional di Jakarta. Di Makassar, ada pula Pelabuhan Soekarno-Hatta. Segala jenis barang dan komoditi penggerak perekonomian keluar-masuk dan terdistribusikan ke daerah-daerah terpencil di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) melalui pelabuhan ini. Mencoba mengulang kembali sejarah kejayaan Makassar sebagai pelabuhan yang disegani dan juga menjadi jalur pelayaran dunia pada jaman dahulu, pemerintah berupaya meningkatkan kinerja Pelabuhan Sekarno-Hatta Makassar sebagai back-up area yang menunjang pertumbuhan perekonomian di wilayah KTI.

5. Sorong – Sorong

Keberadaan Pelabuhan Sorong di Pulau Papua nantinya diprediksi akan mampu mengurangi biaya logistik hingga 50%. Tak hanya itu, pelabuhan yang dibangun di atas lahan seluas 7.500 hektar tersebut juga diprediksi akan meningkatkan pemerataan industri terutama di wilayah timur Indonesia. Hal itu disebabkan pelabuhan Sorong akan menjadi tujuan transit bisnis baik dari Papua Nugini dan Australia. Pelabuhan Sorong nantinya akan memiliki kedalaman mencapai 18 meter, sehingga diprediksi mampu menampung kapal-kapal ukuran besar untuk bersandar. Kapasitas tampung pelabuhan tercatat mencapai 500 ribu hingga 600 ribu TEUs.

 (Lima Besar)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »